Review Live by the Sword: Tactics

Review Live by The Swords: Tactic
 Live by The Sword: Tactics
Screenshot Penulis

Live by the Sword: Tactics merupakan salah satu game indie yang dikembangkan oleh developer game indie asal York, Inggris yakni: Labrador Studios. Labrador Studios, dilansir dari situs resminya, adalah sebuah pengembang game indie yang berkomitmen mengembangkan dan membuat game dengan unsur gameplay yang menarik terlebih dahulu. Pengembang ini kemudian menggandeng publisher game GRAVITY GAME ARISE Co., Ltd. untuk merilis game Live by the Sword: Tactics di platform Steam.

Game ini bergenre strategi dengan subgenre turn based tactics dengan menawarkan sesuatu yang berbeda sehingga layak untuk dicoba dimainkan. Story dari game ini sendiri bercerita tentang dua orang bersaudara yang harus berkelana di sebuah kerajaan untuk menghentikan keruntuhan kerajaan tersebut sehingga bisa membuat kerajaan itu kembali ke masa kegelapannya yang penuh konflik.

Seperti sudah disebutkan oleh penulis bahwa gim ini telah dirilis di Steam pada tahun lalu tepatnya pada 24 Juni 2021. Setahun belakangan gim ini memang menjadi perbincangan di kalangan gamer karena menawarkan sesuatu yang berbeda. Tertarik untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan sesuatu yang berbeda ini maka, penulis mencoba untuk memainkan gim ini. Sekalian juga mengulas apakah gim ini memang layak untuk ditukar dengan uang sejumlah Rp.119.999 di harga normal sedangkan menurut situs SteamDB gim ini mencatatakan harga terendahnya pada angka 83.999 rupiah.

Review Jujur Live by the Sword: Tactics

Kesan Pertama Memainkan Live by the Sword: Tactics

Sebuah game untuk penggemar genre turn based tactics yang dibuat sangat apik oleh penggemar game genre ini.

Live by the Sword: Tactics menjanjikan sebuah cerita yang tidak biasa serta sebuah pengalaman meracik taktik dan strategi yang biasa kita temukan di Final Fantasy Tactics atau Tactics Ogre. Lagu pengantarnya begitu masuk ke main menu akan membawa kita ke suasana ala kerajaan dengan sedikit ketegangan akan perang. Pada menu utama disajikan tiga pilihan mode permainan dan dua pengaturan: Tactician, Adventure, Story, Options dan Wishlist. Nanti kita akan membahas satu-satu mode permainannya. Untuk pertama ini kita pilih saja Story agar mampu memahami dan mengerti jalan cerita serta bagaimana cara memainkan gim ini.

Masuk ke Story, kita akan dibawa kepada tutorial game ini. Tutorial gim ini menampilkan adegan seorang ayah yang membawa anak-anaknya keluar ke hutan untuk memberi pelajaran tentang bagaimana dunia bekerja, dengan banyak nasihat kebapakan dan filosofi kehidupan. Tentu saja bagi kita para pemain, tutorial ini juga untuk memperkenalkan bagaimana gim ini harus dimainkan. Tutorial ini saya pikir cukup baik sebagai sebuah penyegaran ingatan tentang mekanika bermain TRPG (Tactical RPG) secara umum dan sebagai gambaran sekilas tentang latar belakang protagonis atau tokoh utama yang akan menjalani cerita. Meskipun tidak memberikan banyak detail, tetap saja tutorial gim ini berhasil menyampaikan banyak hal dengan cara yang baik.

Oh yah minimum requirement game ini sebagai berikut:

    • OS: Windows Vista/7/8/10
    • Processor: 1.7+ GHz or better
    • Memory: 1 GB RAM
    • Graphics: Must support OpenGL 2.1 or higher. Intel HD 3000 or better.
    • DirectX: Version 9.0
    • Storage: 1 GB available space

Jadi seharusnya bisa dimainkan di laptop kentang sekalipun karena memang cukup ringan.

Gameplay Live by the Sword: Tactics

Hal terbaik dari gim ini tentu saja gameplay-nya karena memang sesuai dengan komitmen pengembangnya untuk mengedepankan gameplay. Ada berbagai macam variasi skill serta ability yang dapat digunakan oleh karakter-karakter dalam gim ini dan itu membuat jalannya pertempuran (combat) menjadi sangat menyenangkan.

Semua tujuh kelas unit standar tersedia dalam pertempuran namun, yang bisa dibawa ke dalam permainan hanya lima anggota party. Dan semua anggota party memiliki banyak opsi ability. Di sinilah Live by the Sword: Tactics mulai menunjukkan keunggulannya.

Setiap tipe unit memiliki serangan dasar, baik jarak dekat (melee) maupun jarak jauh (ranged). Selain itu, pemain dapat memilih hingga empat skill khusus untuk mereka gunakan dalam pertempuran. Sebagian besar merupakan kemampuan aktif (active ability). Lainnya pasif (passive ability). Setiap active ability memiliki masa cooldown sebelum dapat digunakan kembali sehingga pemain harus benar-benar memperhitungkan hal ini sebelum memakainya.

Mode Tactician

Mode Tactician bisa dibilang mode yang cukup signifikan dalam membuat game ini menjadi punya replayability yang tinggi. Dasar mainnya tetap sama, namun dalam mode ini pemain akan mendapatkan penilaian berdasarkan kecepatan menuntaskan misi dengan aturan, kondisi lapangan serta musuh yang berbeda-beda.

Pemain akan melihat sudah berapa kali turn yang dijalankan untuk menyelesaikan skenario. Di akhir, jika pemain berhasil memenangkan skenario, maka pemain akan mendapatkan salah satu dari tiga peringkat berdasarkan skor yang ditentukan dari berapa lama, berapa banyak anggota pemain yang terluka atau bahkan mati dan berapa ability yang digunakan oleh pemain. Peringkatnya sendiri terdiri dari Gold Rank, Silver Rank dan Bronze Rank.

Mode Adventure

Mode Adventure dalam Live by the Sword: Tactics tentu saja berbeda dengan Story. Jika di Story kita tidak bisa memilih akan pergi ke mana dan tidak bisa merekrut party sesuka hati karena memang harus berdasarkan cerita, maka dalam mode adventure kita bisa menentukan berawal dari mana, hendak pergi ke mana, beristirahat di mana, juga bisa merekrut tambahan anggota.

Grafik dan Musik

Grafik Live by the Sword: Tactics akan membuat kita sangat teringat pada Final Fantasy Tactics, meskipun sejujurnya pengembang sudah membuat sedikit diperkecil. Sprite karakter cukup detail untuk mendapatkan visibilitas dan presentasi bagus yang akan muncul ketika dua unit berhadapan untuk menyerang. Tampilan seluruh peta hanya kotak (square) agar pemain fokus pada unit-unitnya. Kemampuan yang berbeda memiliki animasinya masing-masing. Satu yang cukup lucu terdapat pada animasi ability milik kelas Knight yakni Taunt, silakan dicoba sendiri, penulis tidak ingin spoiler.

Secara musikal, game ini memiliki latar belakang musik yang bagus. Musik yang berbeda akan diputar untuk sekutu (ally) atau musuh. Musik dalam Live by the Sword: Tactics memiliki tempo yang baik untuk menggerakkan semangat serta membangun kegembiraan.

Kekurangan

Ada kelebihan tentu saja ada kekurangan. Begitu juga dengan game Live by the Sword: Tactics ini. Kekurangan yang sangat mengganggu adalah kecepatan permainan secara keseluruhan. Meskipun musik latar mungkin bergerak cepat, action-nya tidak. Unit musuh membutuhkan beberapa detik untuk memikirkan suatu gerakan dan kemudian lebih banyak detik lagi untuk benar-benar bergerak. Kecepatan berjalan secara umum seharusnya dapat ditingkatkan meskipun animasi serangannya sendiri tidak terlalu buruk.

Kesimpulan

Kesimpulannya game Live by the Sword: Tactics cukup layak untuk dimainkan dan dibeli. Seperti yang sudah penulis bilang di awal karena game ini dibuat dengan hati oleh pengembangnya yang sepertinya merupakan penggemar game dengan genre seperti ini. Sehingga para pemain yang memainkan game ini akan terobati kerinduannya dengan game-game mainstream serupa yang masih menanti sekuel dan atau remasterednya.